Cara Balita Mengartikan Bahaya di Sekitarnya

 LIFE STYLE

Cara Balita Mengartikan Bahaya di Sekitarnya

Cara Balita Mengartikan Bahaya di Sekitarnya

Balita

 BALITA Memiliki balita memang sangat membahagiakan, karena suatu anugerah pemberian Allah yang tak ternilai harganya, banyak orang yang sangat mendambakan untuk mendapatkannya, segala daya dan upaya di gunakan untuk memperolehnya, tetapi kadang masih miris jika melihat tayangan televisi, masih ada saja pasangan yang tidak menyadarinya bahwa telah mendapatkan titipan dari Allah untuk menjaganya dan sebagai tabungan kelak di akhirat nanti, Malah menyia-yiakannya atau bahkan tidak menyadari karena kesibukan yang menimpanya jadi tanpa di sadari melupakannya.

Padahal jika kita melihat contoh di televisi, bagaimana seorang Dirut Utama BUMN yang terkenal menyadari bahwa kurangnya waktu bersama anaknya, beliau kemudian rela untuk meninggalkan jabatannya sudah ia raih dengan perjuangan dan kerja keras saat bekerja, Dan salah satu contoh lagi dari seorang Dai dari kota kembang yang biasa di panggil Aa, beliau menyadari bahwa karena kesibukan dalam da’wah jadi tidak sempat mengantarkan anaknya kesekolah atau kegiatan lainnya, dan sekarang semua telah disadari oleh kedua tokoh ini bagaimana nikmat yang sudah Allah berikan bisa di jaga dan dirawat dengan ketulusan dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Cara untuk mengetahui pola perilaku balita kita adalah sebagai berikut :

1. Jika kita memiliki bayi di bawah usia lima tahun, kita harus mengetahuinya bahwa ia tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi bahaya yang dialami, dari sini dapat diartikan bahwa mereka sangat membutuhkan pengawasan kita sebagai orang tuanya saat mereka berinteraksi atau sedang bereksplorasi.

2. Dalam hal penilaian terhadap sesuatu balita di pengaruhi oleh emosinya, walaupun anda berpikir balita anda itu pintar atau hati-hati seperti sifat dan perilaku orang tuanya, tetapi mereka tetap saja bisa melakukan suatu hal yang ceroboh saat balita kita marah atau ia sedang tertekan dalam suatu kesulitan yang dihadapinya.

3. Apabila balita kita sedang dalam kegembiraan, inilah yang akan mempengaruhi persepsinya. Seperti saat mereka bermain di luar rumah, mereka sangat tertarik apabila melihat teman seumurnya walaupun temannya itu ada diseberang jalan maka balita anda tidak akan memperdulikannya bahaya yang bisa terjadi, ia pasti tetap akan coba melintasi untuk dapat bertemu dengan temannya.

Dari ketiga cara tersebut diatas, betapa pentingnya pengawasan kita sebagai orang tua untuk selalu memperhatikan buah hati kita agar bisa tumbuh kembang hidupnya dengan cinta dan kasih sayang yang tulus dari orang tuanya.

[CL/HR]

Related Posts

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.